Pakar parenting, bu Elly Risman, dalam sebuah se
minar pernah mengatakan, kurang lebih, bahwa anak yang tergoda untuk men
gakses por
nografi,
baik itu
melalui g
ame, ke warnet, internetan, handphone, dll, adalah anak yang TIDAK ADA KERJAAN. Artinya, si anak merasa jenuh, di rumah segala sesuatu sudah terse
dia dan dilayani, akhirnya, cari-cari kerjaan lain. Karena
itu, solusi utamanya adalah: beri anak kesibukan selain nonton tivi dan main game. K
alau sudah kecanduan gimana? Itu pembahasannya lain lagi, saya juga belum punya ilmunya...:(
Tapi buat anak-anak yang belum s
ampai kecanduan tivi dan game, se
jak dini, mari kita ‘kepung’ mereka dengan berbagai aktivitas y
ang mem
buat mereka lupa pada tivi dan game. Apa saja aktivitasnya, tentu disesuaikan deng
an kondisi keluarga masing-masing.
Berikut ini kegiatan-kegiatan yang
sedang saya k
ondisikan u
ntuk Reza.
1. Membaca buku Membaca adalah kegiatan yang harus lahir
dari h
ati, artinya, rasa ‘senang membaca’ itu yang harus ditumbuhkan sejak dini. Caranya antara lain:
-‘kepung’ anak dengan buku, di setiap sudut ada buku
yang siap dibaca.
- setiap pulang dari berbagai tempat, saya usahakan membawa buku sebagai oleh-oleh. Oya, kan harga buku mahal yah, nah, triknya, saat ad
a o
bral buku (di Gramedia jl Merdeka Bdg, secara berkala biasanya suka ada
bazaar bu
ku murah), saya beli langsung banyak, tapi saya sembunyikan dulu. Nanti kalau saya mau k
e kampus atau ke mana, saya bawa satu buku, dan pulangnya, “Reza...mama bawa oleh-oleh buku..yeee..!asyiiik...! malam ini, kita akan
baca buku bareng-bareng...!” ( Katakan dengan intonasi
suara penuh semangat, kita ciptakan situasi bahwa mendapat hadiah buku itu sebuah kejutan b
esar yang menyenangkan)
-jadikan membacakan buku sebagai ‘hadiah
’, “Kalau Reza melakukan ini..nanti hadiahnya mama bacakan 2 buku...” (biasanya sih Reza suka nawar, minta bacakan 5 buku, hehe)
-berikan keteladanan: kalau ibu rajin pegang (dan ba
ca) buku, biasanya anak akan meniru
-...(mungkin ada ide tambahan?)
2. Membuat kerajinan tanganSaya sebenarnya bukan orang yang telaten biki
n ke
rajinan tangan, pun bukan orang yang kreatif. Tapi dengan internet, kita bisa belajar. A
da banyak video di you tube yang mengajarkan cara membuat berbagai jenis
kerajinan tangan (keywordnya: simple craft kids).
Reza alhamdulillah sudah kera
njingan ‘berkary
a’ (saya mengenalkan kata ‘karya’ kepadanya dan menggunakan dalam percakapan seh
ari-hari:
Reza mau membuat karya apa? Mana karya Reza? Ayo, kita berkarya hari ini! Reza punya ide, kita harus membuat karya apa sekarang?).
Karena kakaknya membuat karya dompet
dari kain
felt, lalu dijual, suatu malam, Reza termotivasi untuk membuat 11 hewan dari kertas (origami) dan besoknya dijual ke teman-temannya seharga Rp200 per bua
h. Lumayan, laku semua. Reza pun bangga sekali. (ssst... ini pun saya kondisikan kok: saya memb
erika
n sejumlah koin 200-an ke guru Reza, lalu, ibu guru membagikan koin itu ke anak-anak, dan anak-anak diminta membeli karya Reza:D).
Ini Reza lagi sibuk membuat 11
karya origami:


Baru-baru ini saya dapat ide dari
mba Uri untuk membuat dan bermain sandiwara boneka. Wah, Reza senang sekali :) Ini hasilnya:
3. Membuat Buku Ini yang saya maksud:
aktivitas yang disesuaikan dengan kondisi keluarga. Karena kami keluarga penulis (dalam arti sebagian besar aktivitas kami untuk mencari nafkah adalah melalui tulisan), jadilah saya pun mengenalkan cara membuat buku kepada Reza, dan dia asyik sekali, dia tahan berjam-jam ‘mem
buat buku’. Caranya mudah kok, siapa saja bisa meniru.
- Sediakan 3 lembar kertas HVS, dilipat dua, di-hekter tengahnya, jadilah sebuah buku dengan 12 halaman
- Cari gambar yang disukai anak di internet, lalu di print seukuran buku yang mau dibuat. Reza suka sekali Bernard, maka kami pun meng
eprint 4 buah gambar Bernard. Gambar ini ditempel di buku. Nih, R
eza sedang menggunting:

- Buat teksnya, ajak anak memikirkan apa isi teks buku itu, disesuaikan dengan gambar. Misalnya, gambar Bernard sedang pakai ban
renang, teksnya:
Bernard adalah beruang yang lucu. Dia suka berenang.Kegiatan ini sekaligus berfungsi mengajari anak membaca tanpa mengeja loh.
Lalu, diskusikan bersama
anak, apa judulnya. Ini judul ciptaan Reza:
Beruang Suka Melucu.Teks itu diprint, lalu digunting, dan ditempel di ‘buku’. Begini contohnya:
4. SepakbolaKarena klub sepakbola untuk anak kecil belum ada di lingkungan kami, jadilah saya yang membuat sendiri klub itu. Nama klubnya:
Rumah Qurani FC (hehehe). Saat ini anggota klub sudah 10 anak. Mendatangkan pelatih juga loh, guru olahraga lulusan UPI. Biayanya gimana..? Yah, karena kami tinggal di kampung, iuran anggota gak bisa mahal-mahal, hanya 30rb perbulan. Dengan
guru, saya bikin perjanjian bagi hasil saja. Jadi berapapun penghasilan yang didapat, hingga 200rb hak guru, sisanya dibagi 50:50. Bulan yll ‘penghasilan’ kami hanya 180rb (karena sudah dipotong sewa lapangan, bikin spanduk, fotokopi brosur), jadi semuanya diserahkan ke pak guru. Saya blm dapat laba
juga gpp..toh tujuan utamanya kan memfasilitasi supaya Reza dan anak-anak sebayanya bisa punya klub bola; ini
sudah terwujud saja, s
aya sangat bersyukur.

Yah, inilah sekedar bagi-bagi ide... siapa tahu bermanfaat buat pembaca. Spiritnya adalah, mari kita bikin anak-anak kita sibuk setiap hari...mari kita tumbuhkan rasa gemar berkarya dan beraktivitas yang sehat, bukannya nonton tivi dan main game melulu...
Oiya, kalau teman-teman ada ide tambahan, jangan sungkan-sungkan untuk menyampaikan ya...kita saling berbagi ide yuk:)