Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryMay 14, '11 11:07 PM
for everyone
Pakar parenting, bu Elly Risman, dalam sebuah seminar  pernah mengatakan, kurang lebih,  bahwa  anak yang tergoda untuk  mengakses pornografi, baik itu melalui game, ke warnet, internetan, handphone, dll, adalah anak yang TIDAK ADA KERJAAN. Artinya, si anak merasa jenuh, di rumah segala sesuatu sudah tersedia dan dilayani, akhirnya, cari-cari kerjaan lain. Karena itu, solusi utamanya adalah: beri anak kesibukan selain nonton tivi dan main game. Kalau sudah kecanduan gimana? Itu pembahasannya lain lagi, saya juga belum punya ilmunya...:(

Tapi buat anak-anak yang belum sampai kecanduan tivi dan game, sejak dini, mari kita ‘kepung’ mereka dengan berbagai aktivitas yang membuat mereka lupa pada tivi dan game. Apa saja aktivitasnya, tentu disesuaikan dengan  kondisi keluarga masing-masing.
Berikut ini kegiatan-kegiatan yang sedang saya kondisikan untuk Reza.

1.    Membaca  buku
Membaca adalah kegiatan yang harus lahir dari hati, artinya, rasa ‘senang membaca’ itu yang harus ditumbuhkan sejak dini. Caranya antara lain:
-‘kepung’ anak dengan buku, di setiap sudut ada buku yang siap dibaca.
- setiap pulang dari berbagai tempat, saya usahakan membawa buku sebagai oleh-oleh. Oya, kan harga buku mahal yah, nah, triknya, saat ada obral buku (di Gramedia jl Merdeka Bdg, secara berkala biasanya suka ada bazaar buku murah), saya beli langsung banyak, tapi saya sembunyikan dulu. Nanti kalau saya mau ke kampus atau ke mana, saya bawa satu buku, dan pulangnya, “Reza...mama bawa oleh-oleh buku..yeee..!asyiiik...! malam ini, kita akan baca buku bareng-bareng...!” ( Katakan dengan intonasi suara penuh semangat, kita ciptakan situasi bahwa mendapat hadiah buku itu sebuah kejutan besar yang menyenangkan)
-jadikan membacakan buku sebagai ‘hadiah’,  “Kalau Reza melakukan ini..nanti hadiahnya mama bacakan 2 buku...”  (biasanya sih Reza suka nawar, minta bacakan 5 buku, hehe)
-berikan keteladanan: kalau ibu rajin pegang (dan baca) buku, biasanya anak akan meniru
-...(mungkin ada ide tambahan?)

2.    Membuat kerajinan tangan
Saya sebenarnya bukan orang yang telaten bikin kerajinan tangan, pun bukan orang yang kreatif. Tapi dengan internet, kita bisa belajar. Ada banyak video di you tube yang mengajarkan cara membuat berbagai jenis kerajinan tangan (keywordnya: simple craft kids).

Reza alhamdulillah sudah keranjingan ‘berkarya’ (saya mengenalkan kata ‘karya’ kepadanya dan menggunakan dalam percakapan sehari-hari: Reza mau membuat karya apa? Mana karya Reza? Ayo, kita berkarya hari ini! Reza punya ide, kita harus membuat karya apa sekarang?).

Karena kakaknya membuat karya dompet dari kain felt, lalu dijual, suatu malam, Reza termotivasi untuk membuat 11 hewan dari kertas (origami) dan besoknya dijual ke teman-temannya seharga Rp200 per buah. Lumayan, laku semua. Reza pun bangga sekali. (ssst... ini pun saya kondisikan kok: saya memberikan sejumlah koin 200-an ke guru Reza, lalu, ibu guru membagikan koin itu ke anak-anak, dan anak-anak diminta membeli karya Reza:D).
Ini Reza lagi sibuk membuat 11 karya origami:


Baru-baru ini saya dapat ide dari mba Uri untuk membuat dan bermain sandiwara boneka. Wah, Reza senang sekali :)  Ini hasilnya:




3.    Membuat Buku
Ini yang saya maksud: aktivitas yang disesuaikan dengan kondisi keluarga. Karena kami keluarga penulis (dalam arti sebagian besar  aktivitas kami untuk mencari nafkah adalah melalui tulisan), jadilah saya pun mengenalkan cara membuat buku kepada Reza, dan dia asyik sekali, dia tahan berjam-jam ‘membuat buku’. Caranya mudah kok, siapa saja bisa meniru.

-    Sediakan 3 lembar kertas HVS,  dilipat dua, di-hekter tengahnya, jadilah sebuah buku dengan 12 halaman

-    Cari gambar yang disukai anak di internet, lalu di print seukuran buku yang mau dibuat. Reza suka sekali Bernard, maka kami pun mengeprint  4 buah gambar Bernard. Gambar ini ditempel di buku. Nih, Reza sedang menggunting:



-    Buat teksnya, ajak anak memikirkan apa isi teks buku itu, disesuaikan dengan gambar. Misalnya, gambar Bernard sedang pakai ban renang, teksnya: Bernard adalah beruang yang lucu. Dia suka berenang.
Kegiatan ini sekaligus berfungsi mengajari anak membaca tanpa mengeja loh.
Lalu, diskusikan bersama anak, apa judulnya. Ini judul ciptaan Reza: Beruang Suka Melucu.
Teks itu diprint, lalu digunting, dan ditempel di ‘buku’. Begini contohnya:


4.    Sepakbola
Karena klub sepakbola untuk anak kecil belum ada di lingkungan kami, jadilah saya yang membuat sendiri klub itu. Nama klubnya: Rumah Qurani FC (hehehe). Saat ini anggota klub sudah 10 anak. Mendatangkan pelatih juga loh, guru olahraga lulusan UPI. Biayanya gimana..? Yah, karena kami tinggal di kampung, iuran anggota gak bisa mahal-mahal, hanya 30rb perbulan. Dengan guru, saya bikin perjanjian bagi hasil saja. Jadi berapapun penghasilan yang didapat, hingga 200rb hak guru, sisanya dibagi 50:50. Bulan yll ‘penghasilan’ kami hanya 180rb (karena sudah dipotong sewa lapangan, bikin spanduk, fotokopi brosur), jadi semuanya diserahkan ke pak guru. Saya blm dapat laba juga gpp..toh tujuan utamanya kan memfasilitasi supaya Reza dan anak-anak sebayanya bisa punya klub bola; ini sudah terwujud saja, saya sangat bersyukur.



Yah, inilah sekedar bagi-bagi ide... siapa tahu bermanfaat buat pembaca.  Spiritnya adalah, mari kita bikin anak-anak kita sibuk setiap hari...mari kita tumbuhkan rasa gemar berkarya dan beraktivitas yang sehat, bukannya nonton tivi dan main game melulu...

Oiya, kalau teman-teman ada ide tambahan, jangan sungkan-sungkan untuk menyampaikan ya...kita saling berbagi ide yuk:)



32 CommentsChronological   Reverse   Threaded
sukmakutersenyum wrote on May 14, '11
lucu itu yang membuat sandiwara boneka :D
enkoos wrote on May 14, '11
Reza udah gede ya mbak. dan ganteng :D

Mungkin tergantung kegemaran orangtuanya juga ya mbak. Keluarga saya hobi backpacking (saya lebih suka menyebutnya nggembel). Saya sudah mulai mengajak anak saya jalan semenjak dia bisa jalan sendiri. Mencintai alam apa adanya, bergaul dengan komunitas lokal di pedesaan, kawasan terpencil, bermain main dengan alam seperti arung jeram, naik gunung, menyusuri pantai, kemping, hiking dsb.

Manfaatnya begitu terasa waktu anak saya remaja (sekarang umurnya 16 tahun). Tahun 2009 kami berdua keliling Amerika menyusuri jalur kereta api selama 50 hari. Bergantung sepenuhnya dengan angkutan umum. Sebisa mungkin menggunakan angkutan masal, dan juga penginapan umum seperti hostel. Kami menghindari mobil pribadi, naik taksi, dan sewa mobil. Kecuali di beberapa titik dimana sama sekali gak ada angkutan masal. Disitu saya melihat didikan kami semasa kanak2 untuk menggembel, ada manfaatnya. Anak saya jadi partner backpacking yang cihui, mahir membaca peta, navigator yang bisa diandalkan. Bahkan sewaktu saya terkapar sakit di Yosemite campground, anak sayalah yang mengurus saya selama 2 hari. Ya masak, ya cuci piring, ya beberes tenda. Umurnya baru 14 tahun waktu itu.

Mengenai baca buku, dulu waktu kecilnya gak begitu keranjingan. Tapi entah kenapa di usianya yang ABG gini malah keranjingan baca buku. Dan bukunya juga yang kelas berat untuk ukuran seusianya, seperti a thousand splendid suns, kite runner, into the wild, three cups of tea, to kill a mocking bird, harry potter books, the great gatsby, twilights and so on and so on. anak anak seusianya bukan buku kayak gitu bacaannya, saya tahu karena kawan2nya suka bertanya tanya kepadanya siapa itu greg mortenson, apa itu kite runner dsb dsb.

Dan sekarang, anak saya mulai ketularan hobi saya. Memotret, dan main gitar. Kami sering hunting foto bareng. Gitar yang cuma ada satu, sering rebutan. Saya ngalah aja deh, karena rela demi melihatnya keranjingan main gitar. Chordnya cari di youtube.

Banyak ya mbak solusinya demi mengepung anak dengan kegiatan positif.
miapiyik wrote on May 15, '11
setuju, anak anak semua diaktifkan olahraga, supaya energinya tersalur kepada hal positif
dhaimasrani wrote on May 15, '11
saya save ya Mba :)

untuk referensi saya kelak :D

Jfs
inimona wrote on May 15, '11
dear mama...kita juga bisa jalan-jalan atau menulis sambil pesen es krim coklat di rumah coklat...yuk...yuk... *merayu dengan mata berbinar*

ah..keren! punya FC...dan aku terharu biru membaca nama FCnya, Rumah Qur'ani..nyess :)
himma wrote on May 15, '11
kereeen nih...klo saya anak3 sdh fullday plg jam 4 main bola sampai setengah 6,trus mandi,ke masjid,tadarus dan belajar,isya...hbs isya tiduraan sambil nonton bentar boleh......klo sabtu ahad,dilesskan tahsin dan renang.
mamahafizhrafa wrote on May 15, '11
hehehe...jadi ingat waktu Hafizh diam-diam jualan nutrijell di sekolah.(padahal nutrijell nya buat bekal dia pas jam istirahat). Sejak jualannya laku keras, dia ngotot pingin belajar bikin sendiri. Waktu dibilang "Hafizh kan anak cowok, kog malah pingin belajar masak?' jawabannya benar2 telak.."Lho kan yang banyak jadi koki itu cowok ma..." Sepertinya lingkungan (keluarga) punya peranan penting ya din. Kalau lingkungannya penulis dan hobi baca,otomatis anak2 lbh cepat terarah kesana. Nah,kalau kayak iid yg demen music sama bikin cemilan, akhirnya anak2 jg suka ngikut sibuk disitu. heheheh.
bundakirana wrote on May 15, '11
@sukmakutersenyum: hehe...thanks..

@mba Evia: wow..seru banget mbak...! 50 hr keliling AS berdua aja..? nggak ditulis mba, kisahnya? jadi ada ide ngajak Reza jalan2 ke alam ini..Reza anaknya males banget diajak pergi2..dikit2 mengeluh capek, makanya saya juga males ngajak dia bepergian..pergi2 naik mobil aja baru jalan bbrp menit udah merengek 'kapan sampainya???" Ada tips menghadapi hal ini ga mba..?
bundakirana wrote on May 15, '11
@mba Mia: setuju mba..:)

@dhaimasrani: silahkan..:)

@Mona: heheehe... wah.. kalau Reza kayak tante Mona-nya bisa bangkrut nih mama..:)) untung jajanan Reza jajanan kampung aja...bajigur..bandrek..hahaha...

@mba Yuni: naaah..itu yg aku prihatinkan dari Kirana..kan dia full day, jadi waktu yg tersisa sedikit sekali..pdhl dia punya banyak bakat yg bisa dikembangkan..tp ga ada waktu lagi (kalaupun ada, dia udah capek)..

@Ida: wah..Hafidz udah punya bakat bisnis tuh... dikembangkan aja Id..:) ada artikel bagus soal entrepeneurship anak: http://female.kompas.com/read/2011/05/02/17261882/Mencetak.Pribadi.yang.Mencipta.Bukan.Membeli
mamahafizhrafa wrote on May 15, '11, edited on May 15, '11
dina,thanks buat link-nya. Hmmm...mgkn bener jg Hafizh ada bakat bisnis. Soalnya ada aja yg pingin dijualnya ke teman2. Pernah waktu id lg bikin nasi goreng, dia blg"Ma,bikin yg banyak ya,trus masukin kotak plastik.Nanti disekolah pasti banyak teman abang yg mau beli. Kan nasi goreng buatan mama enak...." hihihi(muji ada maunya) Trus,pernah lg id dipanggil guru kelasnya(Waktu itu msh TK),gurunya bilang Hafizh nawarin bu guru utk beli sprei yg dijual mama.Malah ada brosurnya segala.Ternyata brosur sprei itu didapatnya di kamar. Krn brosurnya banyak dikira mamanya jualan sprei,pdhl itu justru contoh2 sprei yg dijual teman.(kebetulan id lg pesan spreinya). hehehe
intan0812 wrote on May 15, '11
Iya memang.... Anak2 harus disibuk spy ga sibuk dg hal2 negatif... Sejauh ini kalau lg santai aku suruh baca buku ensiklopedia aja.... Atau sy libatkan mrk pas buat kue... Apalagi skrg pas ga ada asisten... Ya sampai sy kasih jadwal utk hana dan rafi bantu2 beberes rnh
boemisayekti wrote on May 15, '11
Wah, ide2nya bisa dipraktekan. Soal buku obral itu, juga contoh membuat buku, sederhana tapi asyik pasti
Trims mbak Dina :)
seputarwida wrote on May 15, '11
Makasih sharenya... aku juga sedang memperkenalkan 'menulis' buat anak nih... semoga bisa mengisi waktu luang shg bermanfaat :)
myshant wrote on May 15, '11
setuju mb Dina....anak tuh kalau dibikin sibuk, gak iseng yg menyimpang
Reza pinter ya, udah bisa bikin origami dan belajar jualan :)
ummizaidina wrote on May 15, '11
Mbak dina :'( anak-anak saya aktivitas nya cuma main game dan nonton tv.. Jadi sedih.. Makasi mbak, jadi bertambah ilmu stlh membaca postingan nya mbak..
bundawannabe wrote on May 15, '11
waw..tfs mba.. Tsabit alhmd udah keranjingan baca buku,ide aktifitasnya izin copas yaa.. :) makasiii..
enkoos wrote on May 15, '11
! 50 hr keliling AS berdua aja..? nggak ditulis mba, kisahnya?
Iya berdua aja, masing masing kami bawa dua ransel. Satu depan satu belakang, total 4 ransel. Beberapa udah ditulis di jurnalku kok. Ceritanya juga bukan model deskripsi tempat2nya tapi lebih ke sisi humanisnya. Seperti waktu ditolongin supir taksi di Seattle yang dikasih duit nggak mau. Eyel2an sampe akhirnya si supir taksi minta dibayar doa. Padahal dia sendiri hidupnya sudah sulit. Subhanallah. Ada disini ceritanya http://enkoos.multiply.com/journal/item/202/202. Trus waktu di New York ngobrol sama kuli bangunan, pengayuh becak, penjual tiket dimana aku percayaaaaa banget nitipin pisau lipat. Dikasih air minum gratis sama pedagang kebab pinggir jalan. Ada di jurnalku semua, cari aja tag "arond the usa 2009" http://enkoos.multiply.com/tag/around%20the%20usa%202009
enkoos wrote on May 15, '11
Ada tips menghadapi hal ini ga mba..?
Ngajak Reza bepergian dari mulai umur berapa mbak? Mungkin dikasih trik, jalan seperti orang dewasa, dikasih tanggung jawab yang sama. Misalnya gini, bawa ransel sendiri, ibunya juga bawa. Waktu bayar angkot, Reza juga dikasih duit pas untuk bayar angkot. Jadi dia bayar sendiri juga. Dulu si Menik juga begitu. Ngliat ibunya kemana mana bawa ransel, dia ikut2an pengen bawa ransel. Meskipun ranselnya juga isi minum doang. Atau diajak kepantai, guling2an disana. Anak anak seneng banget kalau main kotor2an gitu. Atau bisa juga ke sawah, naik kebo. Anak kecil kan demen binatang. Trus kalau jalan jalan, kalau bisa berbaur juga sama orang orang lokal. Maksudnya gini, kalau di desa kan banyak angkutan sayur yg mobilnya pick up gituh, kadang ada kambing segala. Nah cobain deh. Menik waktu kecil sering naik angkutan kayak gitu. Senengnya minta ampun. Di pantai gulung2 di pasir pas ombak datang, sampe badannya haduhhhhh pasir semua. Aku biarin, toh nanti bisa dibersihkan dengan mandi.

Jangan jangan trik di atas udah semua ya mbak? Mungkin minatnya aja yang beda.
madamayya wrote on May 15, '11
wah seru banget mba......yang buat buku sukaaaa deh, bisa dicontek tuh.....anak2x ada juga buat, kalo si kakak ambil bahannya dari buku matematika (ttg shape) biar sekalian belajar gitu mba...terus yg kecil buku ttg warna..oh ya..ada ajarin anak ttg mind mapping nggak mba..bagusnya gimana ya ngajarinnya...belum ada ide euy....kalo ada sharing ya....makasih mba...
lovusa wrote on May 15, '11
waaa.. uni dina kereeenn!
jadi makin semangat nih, tuk bikin2 :)
lovusa wrote on May 15, '11
ide tambahan dari saya:

- jalan2 ke museum, taman, dll yang bukan mal :)
- ngedapur bareng; bikin kue, bikin jus, bikin mie goreng, dll.
- berkebun; nanam benih, nyiram tanaman
- bersihin kendaraan; sepeda, mobil/motor

banyak sebenernya ya, yang bisa dilakukan bareng anak selain main game dan nonton film :)
liasaja wrote on May 15, '11
Teh Dina, kami mah suka treasure hunt, bikin clue2nya seru.
sriyulis wrote on May 15, '11
Makasih bgt din. Tambah semangat. Aghna nggak ketrima di club sepak bola. Hrs 6 thn. Ihiks.
mamahafizhrafa wrote on May 16, '11
tp sebenar nonton dan main game jg bisa berguna buat anak2. Asalkan film atau game nya yg ada unsur pendidikan/pembelajaran. Banyak jg kog software game yg berisi permainan sekaligus pengetahuan buat anak2 malahan jg bs membuat anak lbh tertarik utk belajar agama. (contohnya vcd keluaran Akal interaktif, Edu-Games) Yg plg utama selalu mendampingi anak saat menonton, trus membatasi waktunya yg digunakan utk menonton atau main game.
imar wrote on May 18, '11
bagus uni. Tapi bagaimana yg main FB di HP adalah seorang suami yg sdh punya anak. Ada2 aja ini suami.
bundakirana wrote on May 18, '11
maaf baru bls lagi

@Ida: wah beneran tuh,Hafizh kalau besar bakal jadi bisnismen kayaknya..hehe.. oiya Id, soal tv dan game, memang sih ada yg bagus/edukatif. tp yg dina bahasa di sini adalah yg bikin kecanduan..dan itu biasanya bukan yg positif (setahuku, game edukatif tdk bikin kecanduan deh, hehe.. kalau game online, atau PS, itu desainernya satu tim besar yg melibatkan pakar otak dan psikolog, mereka memang merancang game supaya si anak ketagihan/kecanduan... kalau tv, ya ada juga sih program yg bagus..tapi iklan2nya nauzubillah.. kalau kami di rumah alternatifnya memang nonton film di VCD, atau main game edukatif)
bundakirana wrote on May 18, '11
@mba Intan: tos mba... saya jg ga punya asisten nih.. jadi sekalian melatih anak2 kerja rumahan:)

@boemisayekti: sama2..silahkan mencoba..:)

@seputarwida: selamat mencoba mba Wida..:)
bundakirana wrote on May 18, '11
@Shanti: Iyog juga keren tuh. saya ingat dulu Shanti pernah posting soal Iyog jualan apa ya..hot dog..? mau dong..dibikinin juga ntar kalau kami ke Jogja:D

@ummizaidina: mari kita sama2 belajar utk menjadi ibu yg lebih baik setiap hari:)
bundakirana wrote on May 18, '11
@bundawannabe: silahkan..:)

@mba Evia: makasih link-nya mba..ntar kubaca, pasti seru niiih.. makasih banyak juga tips2nya, ntar dicobain, hehe.. Saya tuh jenis ga sabaran kalau denger anak merengek2..jadi drpd pusing, ya udah, kita ga jalan2 jauh2 kecuali kalau terpaksa.. mungkin hrs dibiasakan juga ya..

@madamayya: soal mind mapping pernah saya tulis di sini:http://bundakirana.multiply.com/journal/item/267

@Gita: makasih ide2nya ya..menarik sekali utk dicoba..:)

@Lia: betul juga..tapi kayaknya cocoknya dilakukan kalau jalan2 di alam terbuka ya?

@Yulis: Aghna ikut klub-nya Reza aja, hihihi...

@Imar: wah, kalau bpk/ibunya yg keranjingan fb, gawat juga tuh..hrs disuruh ikut pelatihan parenting kali ya..hehe..
deasysilvyasari wrote on May 20, '11
wuih! kueren B'Din....
syifarah wrote on May 24, '11
-mewek- jadi inget satu kejadian. Syifa suka sekali menggambar, hasil karyanya yang menurutnya bagus mau dijual ke temannya. Dia sangat bersemangat, bahkan ada temannya yang mau beli. Tapi ketika tahu bahwa temannya mau beli dengan uang asli, akhirnya saya larang. Aahh...saya mungkin kurang bijak dalam menjelaskan, karena diminta untuk dibeli dgn uang mainanpun Syifa tidak mau, udah ngerti duit ya dia hehe. Teringat mimik mukanya yang dari semangat menjadi sedih dan lesu :)
bundakirana wrote on May 27, '11
@Deasy: hehe..thanks

@mba Fatika: jadi inget cerita si Akang, dia waktu kecil punya inisiatif jualan es..eh pas ketauan ortunya, malah dimarahi.. sampai skrg suamiku itu ga bisa jualan/bisnis..:(
Add a Comment