Seorang teman pernah dengan sinis mengomentari orang-orang yang bela-belain demo demi menyuarakan pembelaan pada Palestina. Katanya, “Daripada ngurusin negara orang mendingan ngurusin problema yang ada di sini!” Bahkan ada ormas Islam tertentu yang melarang anggotanya untuk ikut-ikutan demo mendukung Palestina. Ada pula yang menyebut demo mendukung Palestina adalah ‘cara murahan’. Katanya, “Kalau mau dukung, pakai cara yang konkrit dong!” Ada juga yang mengatakan bahwa aksi boikot produk Zionis (produk2 yg pabriknya dimiliki orang2 Zionis dan keuntungan yang diraihnya disalurkan untuk menjaga kelangsungan hidup Israel—FYI, tanpa bantuan dana dari luar, Israel sudah kolaps dari jaman dulu) tak ada gunanya. Katanya, “Kasihan kan, para karyawan pabrik-pabrik itu di Indonesia” (misalnya, pabrik X yang milik Zionis, buka franchise di Indonesia, nah, yang kerja di Indonesia kan orang Indonesia juga... kasihan mereka kan?). Yang bikin saya geram, saat Marty Natalegawa (Dubes Indonesia utk PBB) diwawancarai di TV 1. Jawabannya benar-benar klemar-klemer, bahkan tak berani menyebut kata “Amerika”. Ketika dikejar dua kali oleh Tina Talisa, “Maksud Bapak, siapa yang menghalangi proses pemberian sanksi kepada Israel? Amerika?” ..dia tetap tak berani menjawab, kecuali, “Ya, sepertinya demikian.” Duh Pak, ibu mertua saya yang udah tua banget aja tau, siapa di balik punggung Israel (saya nonton acara TV 1 bareng ibu mertua). Gak perlu ditutupi-tutupi dengan kalimat2 birokratis gitu deh! Terus-terang saja, saya dulu (duluuuuw...) pernah bertanya-tanya dalam hati, buat apa sih, repot-repot mikirin Palestina? Negeri kita gak kurang punya masalah kok? Namun, sejalan dengan waktu, saya menemukan jawabannya. Jawaban utuh tentu saja saya tulis di buku saya, Ahmadinejad on Palestine (maaf, ini bukan promosi loh ya...). Tapi, secara singkat bisa saya tulis di sini: 1. Kekejaman Rezim Zionis telah mencorengkan arang di wajah orang-orang beriman, apapun agamanya. Rezim ini melakukan pembunuhan kontinyu, perusakan rumah-rumah dan ladang pertanian, merusak tampat-tempat suci, masjid, dan gereja, menyerang kawasan-kawasan permukiman dan non-permukiman secara kontinyu, serta melakukan teror-teror yang sudah direncanakan dan diumumkan terlebih dahulu. Perilaku rezim ini tidak hanya menginjak-injak kehormatan bangsa Palestina tetapi juga kehormatan semua kaum muslimin dan kaum pencinta kebebasan di dunia. Manusia yang beriman dan berhati nurani, apapun agamanya, sudah sepantasnya merasa terhina bila melihat saudaranya-sesama umat manusia-diinjak-injak dan diperlakukan dengan sedemikian hina. 2. (Bagi umat Islam): Rezim Zionis telah menimbulkan perpecahan dan atmosfer perang di dunia Islam. Dengan menginfiltrasi dan menebarkan prasangka buruk, rezim ini telah menjauhkan hubungan antarnegara di kawasan. Mereka menjalin hubungan-hubungan politik di balik layar, memaksakan perjanjian berat militer dan ekonomi, serta melakukan politik kotor hegemoni terhadap negara-negara Islam dan negara-negara di kawasan. Rezim Zionis merupakan pusat kesepakatan negara-negara opresor dan musuh umat Islam. Musuh-musuh Islam dengan memperkuat dan mendukung Zionis secara praktis telah melancarkan tekanan kepada umat Islam dan bangsa-bangsa di kawasan ini. Meski di antara para opresor itu terdapat perbedaan mendalam, tapi mereka bersatu di titik ini. Sesungguhnya, rezim ini menjadi wakil kekuatan-kekuatan opresor dan imperialis dalam melakukan teror, ancaman, dan menciptakan perpecahan dalam hubungan politik, ekonomi, dan budaya di antara negara-negara kawasan (Timur Tengah dan dunia Islam umumnya) dengan negara-negara lain di dunia. 3. Rezim Zionis masih berdiri hingga hari ini dengan ditopang oleh suplai dana yang sangat-sangat besar dari negara-negara pendukungnya, terutama AS. Setiap penduduk AS dan Eropa dikenai pajak untuk hampir semua komoditi yang digunakannya, bahkan untuk setiap roti yang mereka makan. Negara2 Eropa dan AS menggunakan uang pajak yg dikumpulkan dari hasil keringat warganya untuk mengirim bantuan rutin ke Israel. Perusahaan-perusahaan Zionis dibebaskan dari pajak dengan alasan, dananya akan digunakan untuk membantu Israel. Negara-negara berkembang dan miskin pun tak luput jadi korban. Sudah banyak diketahui umum bahwa perusahaan-perusahaan terkemuka di AS—negara pendukung utama Rezim Zionis—dimiliki oleh para pengusaha Zionis. Mereka melebarkan bisnis ke berbagai penjuru dunia dan dengan cara-cara yang curang, mengeruk uang dari negara-negara berkembang. John Perkins, penulis buku Confessions of an Economic Hit Man menceritakan modus operandi lembaga-lembaga keuangan AS dalam mengeruk uang: Salah satu kondisi pinjaman itu –katakanlah US $ 1milyar untuk negara seperti Indonesia atau Ekuador—negara ini kemudian harus memberikan 90% dari uang pinjaman itu kepada satu atau beberapa perusahaan AS untuk membangun infrastruktur—misalnya Halliburton atau Bechtel. Ini adalah perusahaan yang besar. Perusahaan-perusahaan ini kemudian akan membangun sistem listrik atau pelabuhan atau jalan tol, dan pada dasarnya proyek seperti ini hanya melayani sejumlah kecil keluarga-keluarga terkaya di negara-negara itu. Rakyat miskin di negara-negara itu akan terbentur pada hutang yang luar biasa besar, yang tidak mungkin mereka bayar. (Wawancara Amy Goodman dengan John Perkins, http://www.democracynow.org/2004/11/9)
Keuntungan besar yang mereka peroleh itu, ujung-ujungnya, digunakan untuk menopang kelangsungan hidup Rezim Zionis. Sejak tahun 1973, AS telah mengirimkan bantuan keuangan untuk Israel senilai lebih dari 1,6 trilyun dollar! Lalu, kini, masihkah kita mempertanyakan apa perlunya kita mendukung Palestina? Dan saya pikir, selain doa dan dana, yang bisa dan perlu kita lakukan adalah: boikot produk yang berafiliasi dengan Rezim Zionis! Seputar daftar produk yang perlu diboikot, bisa baca tulisan2 ini:
1. mari-boikot-produk-zionis-dan-para_14.html  | Salam DIna..Kita juga dukung palestina, salah satunya ya benar kata Dina gk beli produk negara mereka, di sini salah satu produk mereka berupa jus merek Jafaden, ada banyak di supermarket terkenal, sejak dulu si Pat emoh beli produk itu.. btw: apa kabar Dina? *yg baru sampai di Paris*
salam utk anak anak yaa |
 | wah bun ...koleksi buku banyak dari daerah sana neh |
 | aku belum punya buku Ahmadinejad on Palestine ....sumpah jadi makin pengen baca tapi iya lho mbak Din, dulu aku juga suka bertanya2, ngapain kita susah payah demo mendukung palestina ? boikot produk israel segala ? ternyata ya ....aliran dana bantuan dlsb itu..ckckckck... |
 | siaaappppp mbak Din ..... boikot produk Zionis !!!! |
 | Mari Boikot Israel dan US,
Untuk Saudara2 di Palestina teruslah berjuang Insya Allah kami akan terus memberikan bantuan sebisa kami |
 | misisdwi wrote on Dec 31, '08, edited on Dec 31, '08 "Manusia yang beriman dan berhati nurani, apapun agamanya, sudah sepantasnya merasa terhina bila melihat saudaranya-sesama umat manusia-diinjak-injak dan diperlakukan dengan sedemikian hina." Mereka seharusnya membaca ini.
MasyaAllah Din betapa gereget, geram, marah, sedih sewaktu mendengar berita penyerangan Israel ke Palestina. Sudah banyak sekali fakta bahwa Amerika dan Israel yang berada di balik ini semua. Kenapa mata kita ini masih buta? Coba kalau kita berada di posisi Palestina (naudzubila), tapi itu mungkin sekali terjadi dengan bentuk yang berbeda. Soal boikot produk israel, aku sangat2 sepakat. |
 | hari ini di Balikpapan ada longmarch penggalangan dana untuk Palestina yang di gagas pks..pengennnnnnnnnnn ikut, hanya saja kantor belum libur. Ya Allah selamatkan bangsa Palestina....beri kekuatan kepada mujahid mujahid Palestina. Untuk boikot product zionis dan konco2nya setujuhhh..dah bertahun tahun kami hanya menggunakan produk Indonesia. |
 | Thanks for sharing Bu Dina.
Insyaallah di Padang munashhorah Palestina Ahad ini. Israel memang sudang sangat sangat melampaui batas. Semoga mata dunia semakin terbuka dalam melihat kebiadaban Israel di Gaza. Semoga dunia (terutama dunia islam) punya keberanian bersatu padu memberi pembelaan terhadap rakyat Palestina. Semoga juga masih ada nurani kemanusiaan di Amerika sana, sehingga Amerika melakukan sesuatu untuk menghentikan kebrutalan ini.
Ya Allah save Palestine and Free Gaza! |
 | ternyata banyak sekali product pro israel.
kalo beli hp jangan nokia ya, pilih LG saja, duitnya gak bakal ke israel tapi ke korea...barangnya bagus-bagus koq *loh, koq malah promosi* |
 | sebenernya gak perlu boikot2an, tergantung masing2 orang. kan itu pilihannya, tergantung kesadaran mereka lah... |
 | noem wrote on Dec 31, '08 |
 | Kita umat Islam semua prihatin. Doa untuk Palestine kita panjatkan selalu bersama. |
 | if we value the principle "justice for all", give justice to the Palestinian people, not just a lip service...(i sent this message to the transistion gov) |
 | Saya juga sedih nih, perang gak brenti2..
Susahnya lagi, sebenarnya warga AS sendiri banyak banget yang sudah jengah sama perilaku Israel. Tapi nggak tahu ya, kayaknya Israel tuh spt 'untouchable' nggak boleh diulik2...njengkeli banget deh.. |
 | whoa, fifah suka buka musa oge. wakakakak, si budak lieur. |
 | InsyaAlloh munashoroh, ato demo2 itu kan selain info2 juga untuk lebih menggugah mata hati kita dan semangat membantu mereka yang sedang menderita di sana ya, un..Gemezz banget denger ada orang yang bilang kalau itu cara murahan. Empatinya perlu diasah tuh.. Di kota-kota Jerman juga diadakan un, insyaAlloh Jum'at nanti kami bergabung... |
 | minta izin copas mbak.... sekalian ikut menyebarkan info yang sangat penting ini. Makasih |
 | Setuju ...... Jadi ingat, dulu sering ikut demo & penggalangan dana buat palestina ..... dan hingga kini Palestin masih merana..... :( Wah Uni dina dah nulis buku ya.... salut! |
 | @Ita: salut deh ama Ita dan Pat...!kabar baik... sayang ya kita ga sempat ketemu waktu Ita pulang ke Ina..
@Tia: kayaknya buku tdk termasuk list boikot, coba baca lgi list-nya
@Shanti: ya memang aliran dana ini yg musti distop..bahkan org AS juga ikutan susah gara2 uang pajaknya dipakai buat Israel
@Lena: *jabat tangan*
@Venom: setuju..!
@Dwi: org2 yg masih belum bisa ‘melihat’ situasi sesungguhnya di sana, mungkin krn termakan propaganda media dunia yg didominasi Zionis
@teh Ike: ya, setuju Teh..
@teh Ita: wah, jadi malu.. saya masih menyimpan beberapa benda yg seharusnya diboikot (waktu beli gak tau sih)
|
 | @Fif: org kayak gitu, gak tau hakikat atau pura2 gak tau ya?
@da Afrianto: salut buat warga Padang!
@Agung: duh, udah terlanjur beli Nokia, hiks
@Titanimus: ya, itu pilihan hati nurani masing2, tak ada paksaan kok
@Noem: ur welcome..
@Ismail: sudah dibaca, bagus! Saya juga sedang nulis utk koran, mudah2an bisa jadi
@Saungakang: ya betul Kang..mari kita semua berdoa utk pembebasan Palestina
@teh Ria: sayangnya, kecenderungan yg tampak (dan analisis para pengamat), pemerintah Obama tidak akan membuat banyak perubahan:(
|
 | @mba Ienas: kalau baca tulisan Nir Rosen (di web Aljazeera), kata dia, rakyat AS juga bersalah, kenapa memilih Bush sampai 2 kali..kenapa diam saja dan tdk melakukan tekanan pada pemerintahnya?
@Nazla: karena, pemerintah AS sangat diinfiltrasi oleh Zionis, jadi mrk gak bisa melakukan apapun yg tdk direstui Zionis..
@Ima: mungkin memang ‘pesan’ dari pemerintah kita begitu...:(
@Fitri: salut buat pendukung Palestina di Jerman...!
@Budi: silahkan
@mba Ikoh: alhamdulillah.. bukunya terbit Juli lalu..
|
 | Wah bgs banget nih tulisannya mba dina, ngena bgt sama yg sinis en sok tdk berkepentingan! Mba aku copas ya, boleh upload ulang kan? |
 | Astagfirullah,aku juga pakai nokia,kalo ini ikut andil dalam membiayai Zionis. Semoga Allah mengampuni ku. |
 | Alfatihah untuk Palestina.... |
 | Silakan simak sajak saya terbaru: Malam Tahun Baru di Gaza |
 | @mba Nurul: ya silahkan..
@Faysal: kalau sdh terlanjur ya sudah (hp saya jg nokia, hiks).. mudah2an ke depan kita bisa lebih hati2
@mba Nurul Agustiar: alfatihah..
@Dave: sudah dibaca.. saya suka sekali puisi itu... |
 | mba dina.. aku copas buat di facebook ya... |
| @mba Ienas: kalau baca tulisan Nir Rosen (di web Aljazeera), kata dia, rakyat AS juga bersalah, kenapa memilih Bush sampai 2 kali..kenapa diam saja dan tdk melakukan tekanan pada pemerintahnya?  Nggak semuanya lho mbak yg milih Bush. Kemenangannya cuma beda tipis sama Kerry sampai sampai dilakukan penghitungan ulang. Disinyalir ada kecurangan. Sekarang dengan terpillihnya Obama dengan kemenangan mutlak dan jumlah pemilih yang diluar perkiraan adalah membuktikan bahwa rakyat Amerika sudah capek dibohongi. Sudah nggak ada lagi tuh yg namanya pro partai. Yg tadinya pro Republik bisa beralih milih calon yg dari Demokrat. Bukan partainya yg penting, tapi siapa yg bakal memimpin.
|
 | @Mba Evia: itu yg bilang Nir Rosen Mbak, jurnalis :) Btw, saya udah nulis ttg Obama dan Palestina, nanti saya posting di MP kalo udah dimuat di koran.. kesimpulan saya, utk politik luar negeri, tak akan ada perubahan di tangan Obama:( |
| @Mba Evia: itu yg bilang Nir Rosen Mbak, jurnalis :) Btw, saya udah nulis ttg Obama dan Palestina, nanti saya posting di MP kalo udah dimuat di koran.. kesimpulan saya, utk politik luar negeri, tak akan ada perubahan di tangan Obama:(  Hehehehe..mbak Dina akhirnya keluar juga dari sarangnya :) Meskipun yg ngomong jurnalis belum tentu bener. Banyak jurnalis titipan yg bernada bias. Nah, sebab musababnya sampe Bush kepilih untuk yg kedua kali lengkap dengan prosesnya apakah dijelaskan secara detil? Ini yg nggak banyak diketahui umum. Yah, bola sih udah bergulir. Nasi sudah menjadi bubur. Jadiin bubur ayam masih enak, lha ini urusan nyawa.
Mengenai Obama dan Palestina, aku juga pesimis mbak. Yang aku tahu, Obama memfokuskan pembenahan ekonomi dalam negeri yang lagi ajrut2an. |
 | dina,
waktu israel menyerang lebanon (hizbullah) tahun 2006, kita rame-2 baca doa jaushan saghir untuk orang-2 lebanon (hizbullah) ... alhamdulillah lebanon (hizbullah) tak bisa dikalahkan israel ...
sekarang ... israel menyerang palestina-gaza (hamas) ... ayo kita rame-2 baca surat al-hashr dari al-qur'an untuk orang-2 palestina-gaza (hamas) ... insha Allah, palestina-gaza (hamas) tak bisa dikalahkan israel ...
|
 | اللهم انصر مجاهدين فى فلسطين... آمين |
 | @kak Leonie.: td ada sms forwardan , katanya Syd Hasan Nasrullah menyeru spy baca Al Fath 26-27 dan Yunus 85,86,88. Trus kuforwrd ke Kak Miroh, dibalas: "cek dulu, apa bener Syd Nasrallah bilang bgt.." Kak Leonie ada info?
@Khotib: amiiin.. |
 | eeh..ada Ima... :) kebetulan kita OL bareng ya.. doain artikel uni itu dimuat di koran ya.. |
 | Aku doain Uni, sepanjang korannya sesuai dengan misi tulisan kita, insyaAllah dimuat. Kalo boleh tau, Uni ngirim kemana? |
 | Ijin copy paste ya mbak...:) Makasih banget |
 | ayo kita dukung Palestina semampu kita ... |
 | @mba Rosalina: silahkan..
@mba Ratna: ya..setuju..!
@Ndutyke: ok, saya tambahkan link ini di jurnal |
 | jadi ini link aslinya, saya baca di mp mbak ros nih
tfs, sebuah sudut pandang yang saya sendiri juga merasakan yang sama mbak salam kenal dan salam ukhuwah :-) |
 | Dina, yang tentang apakah Syd Hasan Nasrullah menyeru spy membacakan surat Al Fath ayat 26-27 dan surat Yunus ayat 85, 86, 88 ... saya sudah cek ke berbagai pihak ... ternyata banyak yang bilang: 'nggak tahu kalau Syd Hasan Nasrullah yang bilang begitu ... tapi memang ada Marja' yang menyeru untuk baca surat Al-Fath tsb ...'. kalau yang tentang surat Yunus ... juga entahlah ... Sedangkan yang tentang surat Al-Hashr, itu memang ada seruannya resmi dari BOSS ... (Dina paham tentunya siapa yang saya maksud dengan BOSS itu) ... Setahu saya di Tehran sehabis orang-2 selesai shalat jamaah di masjid-2 biasa membaca surat Al-Hashr tsb untuk dihadiahkan kepada orang-2 Palestina khususnya Gaza ... sejak hari ke 2 serangan Israel kepada Gaza (Hari minggu 28 Desember). Tapi kalau saya sih senang-2 saja bacakan surat Fath 26-27 dan surat Yunus 85, 86, 88 untuk orang-2 Palestina dan untuk semua muslimin selain juga bacakan surat Al-Hashr komplit. |
 | Allahu Akbar, semoga pertolongan ALLAH segera datang untuk saudara kita di Palestine dan semoga tragedi ini akan semakin meningkatkan kesadaran kita tentang pentingnya mempererat tali persaudaraan antar sesama muslim, amin. (salam kenal) |
| mba,,, ijin copas ya... ini mudah dimengerti... trims |
 | @Wahida: salam kenal juga...:)
@Ima: ya Uni dah baca, tapi sdg kehabisan energi buat debat neh..lagipula jawaban Ima dan Luna udah bagus banget..uni setuju
@Kak Leonie: ya Kak..makasih infonya..insya Allah diamalkan..
@Fathor: salam kenal juga.. amiiin...
@mba Wiwie: *jabat tangan*..setuju...
@Seriallover: ya, silahkan..:) |
 | Ayoooo... !!!!! Dukung Palestina...
Hallo Bunda, salam kenal... |
 | wahhhh tengkyuh atas pencerahannya, bunda... |
 | Aku dari kemarin cuma baca-baca aja, bingung mau komentar apa karena tulisan Mbak Dina sudah sangat mengena... |
 | TFS Dina..
Semoga Allah menolong saudara2 kita di Palestina |
 | TFS Dina..
Semoga Allah menolong saudara2 kita di Palestina |
 | Maaf sekali sebelumnya kalau kepanjangan, tapi kayaknya sangat pas untuk dicopas disini...
Kalau ada ribut-ribut di negara- negara Arab, misalnya di Mesir, Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan terhadap Negara tersebut. Misalnya baru-baru ini ketika Palestina diserang. Ngapain sih mendukung Palestina? Pertanyaan tersebut diatas sering kita dengar, terutama karena kita bukan orang Palestina, bukan bangsa Arab, rakyat sendiri sedang susah, dan juga karena entah mendukung atau enggak, sepertinya tidak berpengaruh pada kegiatan kita sehari-hari. Padahal, untuk yang belum mengetahui.. kita sebagai orang Indonesia malah berhutang dukungan untuk Palestina. Sukarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat. Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan Mesir, seperti dikutip dari buku "Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri" yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc. Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI), M. Natsir (mantan Perdana Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini diterbitkan) , dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution. M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia , di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap. Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia : ".., pada 6 September 1944 [sic!], Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan 'ucapan selamat' mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan 'pengakuan Jepang' atas kemerdekaan Indonesia . Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut- turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian "Al-Ahram" yang terkenal telitinya juga menyiarkan." Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi "Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia " dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini. Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI. Tersebutlah seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia , Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: "Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia .." Setelah seruan itu, maka negara daulat yang berani mengakui kedaulatan RI pertama kali oleh Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi Mesir itu (yang disusul oleh negara-negara Tim-Teng lainnya) menjadi modal besar bagi RI untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh. Pengakuan itu membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan negara-negara merdeka lainnya) dalam segala macam perundingan & pembahasan tentang Indonesia di lembaga internasional. *Dukungan Mengalir Setelah Itu* Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk 'Panitia Pembela Indonesia '. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga internasional PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia dalam pembahasan di dalam sidang lembaga tersebut. Di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya , demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur- Tengah khususnya Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dlm pertempuran yang sangat dahsyat itu. Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal "Volendam" milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said. Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu. Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih - tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk kapal "Volendam" milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan. Kemudian motor boat besar pengangkut logistik untuk "Volendam" bergerak dengan dijaga oleh 20 orang polisi bersenjata beserta Mr. Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal Inggris, dan Direktur perusahaan pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal itu tidak menyurutkan perlawanan para buruh Mesir. Wartawan 'Al-Balagh' pada 10/8/47 melaporkan: "Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejuruan lain." Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada minornya menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme- Islam di Asia dan Dunia Arab. "Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa." Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia yang saat ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan peran bangsa bangsa Arab, khususnya Palestina dalam membantu perdjoeangan kita..( Ada bukti foto bung Hatta, Hj Agus Salim, Mufti Palestina, dan pemimpin Mesir supaya kita kenal wajah wajah dari tokoh pembela Indonesia ini) Statement Tokoh dalam buku ini: *Dr. Moh. Hatta* "Kemenangan diplomasi Indonesia yang dimulai dari Kairo. Karena dengan pengakuan Mesir dan negara-negara Arab lainnya terhadap Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu dilakukannya di masa-masa yang lampau." *A.H. Nasution* "Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu mengakui RI dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja ke Jogja dan jang paling dahulu memberi bantuan biaja bagi diplomat-2 Indonesia di luar negeri. Mesir, Siria, Irak, Saudi-Arabia, Jemen, memelopori pengakuan de jure RI bersama Afghanistan dan IranTurki mendukung RI. Fakta-2 ini merupakan hasil perdjuangan diplomat-2 revolusi kita. Dan simpati terhadap RI jang tetap luas di negara-2 Timur Tengah merupakan modal perdjuangan kita seterusnja, jang harus terus dibina untuk perdjuangan jang ditentukan oleh UUD '45 : "ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial". "Perumpamaan kaum muslimin yang saling kasih mengasihi dan cinta mencintai antara satu sama lain ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota berasa sakit maka seluruh tubuh akan turut berasa sakit dan tidak dapat tidur." (HR Bukhari)
|
 | @makasih komennya teman2 semua..
buat mba Wiwie, makasih tambahan infonya.. bagus sekali |
 | Mbak Dina, maaf nggak minta izin lebih awal, tapi beberapa tulisan di atas kemarin kami kutip untuk selebaran pengumpulan dana bagi Palestina a.n. aliansi mahasiswa Bangka... |
 | Bu, mohon ijin untuk nge-link... :) |
 | betul bgt, Di Zaman 'peradaban' begini masih ada negara/makhluk menjajah dan pake hukum rimba? Tinggal di planet lain aja yg ga ada manusia. dan alasan lain lagi kenapa kita harus mendukung Palestina, karena ternyata kemerdekaan indonesia juga tidak kurang didukung dan dibantu oleh beberapa tokoh/mufti palestina, bahkan menurut cerita, ada saudagar kaya asal palestina yang rela menyumbang seluruh uangnya untuk perjuangan kemerdekaan indonesia...
|
 | @Leila n mba Wiwie: ya silahkan..maaf telat reply balik
@Afifah: oiya, benar, dulu Palestina termasuk negara pertama yg dukung kemerdekaan Indonesia..saya juga baru baca (stlh nulis jurnal ini) di tulisan mp-er lain.. |
| |