Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryNov 30, '08 10:28 PM
for everyone

Mendidik Anak Tangguh (Oleh2 dari Seminar)

 

Memenuhi janji... berikut ini catatan saya dari seminar ini.

 

Pembicara pertama, Dra. Yuli Suliswidiawati M. Psi, menceritakan berbagai contoh kasus dampak negatif pada anak yang timbul akibat konflik ortu, baik itu konflik terbuka atau tertutup (ada ortu yg tidak terang2an berantem di depan anak, berusaha menyembunyikannya, namun si anak tetap tahu dan akhirnya depresi). Duh, contoh2 kasus yg diceritakan bu Yuli benar2 membuat saya merinding... serem banget... naudzu billah mindzalik.

 

Nah, Bu Yuli mengatakan, umumnya, suami-istri yg datang utk berkonsultasi dgnnya adalah karena ada masalah pada anaknya (misalnya, anaknya jadi nakal dan acuh tak acuh pada ortu), kemudian, setelah ditelusuri, biasanya terbukti bhw sumbernya adalah konflik ortu. Karena itu, terapi yg hrs dilakukan adalah terapi keluarga. Suami-istri hrs bisa menyelesaikan dulu konfliknya  (atau minimalnya, mampu menghadapi permasalah yg ada dgn cara yg bijak dan mampu menjelaskan kondisinya pada anak)..baru kemudian anak yg diterapi.

 

Berikut tips2 yang diberikan Bu Yuli utk suami-istri bermasalah:

  1. Hindari konflik terbuka (bertengkar di depan anak)
  2. Kembangkan kemampuan manajemen emosi (kesadaran, penerimaan, pemaafan), tdk melakukan pelampiasan emosi yg reaktif
  3. Kembangkan komunikasi yg efektif
  4. Koreksi niat berkeluarga (upayakan selalu ingat tujuan hidupàridho Allahàibadah)

 

Bila konflik sudah terlanjur terbuka, dan anak tahu bhw orangtua mereka bermasalah, maka, langkah yg hrs dilakukan adalah; komunikasikan kepada anak sebuah alasan yg dapat menenangkan dan dapat dipahami anak; serta jelaskan pada anak bahwa apapun yg terjadi antara ortu, tdk akan mempengaruhi tugas-tanggung jawab ortu pada anak.

 

Bila dampak neagatif sdh terlanjur terjadi pada anak: berkonsultasilah dg psikolog.

 

***

 

Pembicara kedua, Dr. Jalaluddin Rahkmat, menariknya, membahas tema yg sebaliknya: “bagaimana supaya anak bisa tetap bahagia di tengah konflik’? Kenapa saya bilang menarik, karena, sudut pandang yg dibawa Kang Jalal sangat baru buat saya. Kalau “apa dampak negatif anak yg hidup di tengah konflik” kayaknya kita semua udah tau ya... Tapi ternyata ada aliran dalam ilmu psikologi yg membahas mengapa ada org2 yg tetap berhasil meski didera konflik berkepanjangan. Namanya: psikologi positif. Misalnya... mengapa ada org macam Barack Obama, yg masa lalunya penuh ‘penderitaan’ (ditinggal mati ayah..kemudian punya ayah tiri..kemudian ibunya meninggal..kemudian mengalami diskriminasi ras di AS),  ternyata mampu bertahan dan jadi presiden. Atau..contoh paling mulia adalah..betapa Nabi Muhammad berhasil bertahan di tengah semua kesulitan yg mendera di masa kecil (ayah meninggal..lalu ibu meninggal..lalu kakek meninggal..lalu harus jadi penggembala..dst).

 

Ciri anak tangguh (resilient children):

  1. Tetap bahagia saat menghadapi musibah/konflik
  2. mampu menyesuaikan diri dalam menghadapi musibah/konflik
  3. mampu melindungi diri dari akibat2 buruk yg ditimbulkan oleh musibah/konflik
  4. mampu menghadapi stress
  5. cepat sembuh dari peristiwa traumatik

 

Anak tangguh akan mampu berkata...

  1. I have people I trust and love
  2. I am a lovable person
  3. I can find ways to solve problem

 

 

Nah... cara mendidik anak supaya tangguh dalam menghadapi berbagai persoalan hidup adalah:

  1. Berikan lingkungan yang protektif, minimalnya ada satu orang yg bisa menjadi sandaran anak (sehingga anak bisa berkata : I  have people I trust and love)...

Pesan: so kalau istri marah pada suami, jgn lampiaskan ke anak... beri pengertian ke anak bhw pertengkaran ortu tidak mengurangi kasih sayang ortu ke anak

 

  1. Bantu anak untuk punya pergaulan yang baik (shg kalaupun anak curhat pada org lain, dia akan curhat pada org2 yg baik)
  2. Bantu anak untuk mengenal dan mengeksplorasi bakatnya
  3. Didik anak untuk tidak menyerah
  4. Ceritakan pada mereka kisah2 org besar yg sukses, meski mereka menjalani masa kecil yg berat, misalnya.. Rasulullah SAW (atau Obama, Rousseau, dll)

 

Oya, ada contoh lain yg menarik yg diceritakan kang Jalal: seorang murid SMU Muthahhari tak lulus ujian, lalu dia berkata pada ayahnya, ”Ayah, saya tak lulus ujian. Saya minta maaf... Ini kesalahan saya dan saya berjanji akan lulus dalam ujian tahun depan...”

 

Mendengar kata2 anaknya, si ayah alih-alih marah, malah merasa bangga dan berkata, “Kamu memang tak lulus ujian, tapi kamu lulus dalam ujian kehidupan.”


Nah.. kemampuan anak ketika menyikapi kegagalanya itulah salah satu contoh anak yg tangguh... dia tidak tenggelam dalm kefrustasian dan penyesalan berkepanjangan, melainkan langsung bangkit dan berusaha untuk menebus kegagalan itu.

 

 


36 CommentsChronological   Reverse   Threaded
permako wrote on Nov 30, '08
tfs mbak...
berguna banget neeeh...makacih...*sambil bungkuk2 badan...
bundakirana wrote on Nov 30, '08
hihihi..*ikut bungkuk2badan* ur welcome teh Ike...:)
tahmidah wrote on Nov 30, '08
waah makasih sharingnya ya mbak.....:D
jadi inget zaman masih kuliah dulu suka ikut pengajian kang jalal di kiara condong sana :D
dafa wrote on Nov 30, '08
^_^
aku blm punya,,, tp boleh ya bunda,,, di minta,,,
:D
salam kenal dan ukhuwah bunda,,,
latief wrote on Nov 30, '08
Anak tangguh, negara maju.
Pilih ..... (kampanye)
lenakei wrote on Nov 30, '08
terimakasih sharingnya mbak Din ... sangat bermanfaat ...
bundakirana wrote on Nov 30, '08
@mba Ida: ur welcome...:)

@Dafa: salam kenal juga dik Dafa:)

@Bang Latief: Bang Latief For President!

@Lena: ur welcome dear..
ranrose wrote on Nov 30, '08
ck ck ck...pengennnyaa punya anak-anak yang tangguh seperti itu,
memang susahnya kadang orangtuanya sih yang ga tangguh menghadapi anak..
Sehingga anak tumbuh menjadi anak yang tertekan, tidak diterima apa adanya (conditional love), dan kurang dimotivasi,
bundakirana wrote on Nov 30, '08
@Afifah: ya, jd ortu ternyata berat nih..hrs banyak belajar dan berusaha jd lebih baik...
itasyam wrote on Nov 30, '08
berat..berattt..unie...masalahnya bila orang tua yang tidak punya konflik..tapi pengomelan..hiks..inimah contohnya daku...seandainya ada training/seminar untuk tidak ngomel..
ardhanamesvari wrote on Nov 30, '08
tfs mbak...
bisa ga ya aku mendidik anak mjd anak yang tangguh... *menerawang*
nadnuts wrote on Dec 1, '08
tfs, mbak
cahayahati wrote on Dec 1, '08
makasih ya ...
sya2 wrote on Dec 1, '08
TFS ya mbak, saya copas ya buat simpenan
sophiazahra wrote on Dec 1, '08
oleh2 yang menarik dan baru, mamnun.
wafatsabit wrote on Dec 1, '08
wahhh...makasih ya mbak.... ^_^
misisdwi wrote on Dec 1, '08
Bagus bgt, Din. Thanks sharingnya. Belajar dari sekarang ah kalau nanti jadi orang tua. Aq belum punya anak, tapi kebayang kalo lagi kesel atau marahan ama miswa. Didepan anak khan kita harus nampak ga ada apa-apa khan? Suseh pastinya.
agungks wrote on Dec 1, '08
Ciri anak tangguh (resilient children):
Tetap bahagia saat menghadapi musibah/konflik
mampu menyesuaikan diri dalam menghadapi musibah/konflik
mampu melindungi diri dari akibat2 buruk yg ditimbulkan oleh musibah/konflik
mampu menghadapi stress
cepat sembuh dari peristiwa traumatik
sepertinya ciri2 itu juga berlaku buat orang dewasa
bundakirana wrote on Dec 1, '08
@teh Ita: hm.. setelah kepala 'dingin' mungkin kita juga hrs menjelaskan ke anak knp kita suka ngomel, misalnya, "Sayang, maaf ya, Mama ngomel terus dari tadi.. sebabnya... Coba kalau kamu dalam posisi Mama..kira2 kesel nggak?"

@Wiwit, Nadiah, mba Anky, mba Sya2, Wafatsabit, Afifah : ur welcome...:)

@Dwi: iya..susah..apalagi kalo org-nya ekstrovert kayak diriku, kalo ngambek, anak2 pasti tau :D

@Agung: iya..tapi org dewasa bisa tangguh kalo dari kecil dididik jadi tangguh kan?:)

bundakirana wrote on Dec 1, '08
@teh Ita: hm.. setelah kepala 'dingin' mungkin kita juga hrs menjelaskan ke anak knp kita suka ngomel, misalnya, "Sayang, maaf ya, Mama ngomel terus dari tadi.. sebabnya... Coba kalau kamu dalam posisi Mama..kira2 kesel nggak?"

@Wiwit, Nadiah, mba Anky, mba Sya2, Wafatsabit, Afifah : ur welcome...:)

@Dwi: iya..susah..apalagi kalo org-nya ekstrovert kayak diriku, kalo ngambek, anak2 pasti tau :D

@Agung: iya..tapi org dewasa bisa tangguh kalo dari kecil dididik jadi tangguh kan?:)

uychan wrote on Dec 1, '08
teh dina....makasih banyak
jadi belajar lagi
dan jadi berpikir, saya orang tangguh bukan ya??
tapi dengan tulisan teh dina, insyaAllah mencoba supaya Nasmah bisa jadi lebih Tangguh dari BUndanya ^^
herdinur wrote on Dec 1, '08
hatur nuhun bunda... saya masih harus banyak belajar nih;-)
bundakirana wrote on Dec 1, '08
@mba Dwi: nama anaknya Nasmah? wow..bener2 lembut ya.. artinya kalau tak salah angin sepoi2 kan? amiiiin... mudah2an kita diberi kekuatan oleh Allah supaya jadi bunda yg baik:)

@Herdinur: sami2...:)
derni wrote on Dec 1, '08
ribut dengan pasangan nggak ketahuan anak, caranya marahan melalui email he..he...
kbetty wrote on Dec 1, '08, edited on Dec 1, '08
kalau tinggal di apt. susah juga kalau marahan ngga ketauan anak .. harus nunggu anak2 pada tidur dulu, terus marahannya sambil bisik2 hehehe .. tfs ya mbak ..
my2cubs wrote on Dec 1, '08, edited on Dec 1, '08
makasih uni...
di sini, ada program anak-2 yg bagus. tokohnya si (lupa namanya) seekor pinguin, ibu bapaknya pisah dan dia tinggal sama ibunya. salah satu episodenya memperlihatkan bagaimana si ibu dan bapak menyelesaikan konfliknya.
btw, aku jadi kangen kang jalal nih. kebayang deh uni, bagaimana ekspresi beliau kl lagi ceramah. nggak bikin ngantuk deh...
bundakirana wrote on Dec 1, '08, edited on Dec 2, '08
@mba Me: hehe..ide bagus..via email:D

@mba Betty: rumah di Indonesia pan umumnya jg kecil2..(tipe 21 ato 36) sama2 susah utk berantem tanpa ketauan anak :D

@teh Ria: iya..hadirin banyak ketawa-ketiwi ...
irmanyahardi wrote on Dec 1, '08
ilmu lagi neh via mbak Dina...makasih banyak yah...
ummif2 wrote on Dec 2, '08
Subhanallah...Bagus nih seminarnya ya teh Din, kok nda ngajak2 apalgi yg sesi kang jalal ya daleeem bgt tapi langsung kick 2 d real life!
Comment deleted at the request of the thread owner.
bundakirana wrote on Dec 2, '08
@mba Irma: ur welcome..:)

@mba Nurul: kan udah saya kasih pengumuman di MP?:)

@teh Ria: ya..setuju:)
worldofchemy wrote on Dec 2, '08
too bad, kita gak sempet ketemu yaaaa.....
dianadji wrote on Dec 3, '08
Maaf, Din, bukannya nyombong. Tapi aku punya pengalaman sendiri soal menyaksikan ortu bertengkar itu. Dan sepertinya sesudah membaca penjelasn mengenai anak tangguh, aku & 3 adikku cukup tangguh ternyata. Makasih ya bagi2 infonya.
bundakirana wrote on Dec 3, '08
@Adjeng: iya neh.. Adjeng sih ga ngabarin kalo mo dateng..:D

@Mba Dian: salut buat mba Dian dan adik2... ur welcome mbak...:)
ratnajanuarita wrote on Dec 6, '08
seru ya seminarnya din?
mbak link kesini ya ... soalnya promo acara ada di mbak, janji kasih review, tapi belum ada yang laporan, jadi link ke review dina aja ... makasih sebelumnya ya ...
bundakirana wrote on Dec 6, '08
ok mba Sayang...silakan:)
Add a Comment